PENDIDIKAN
MATEMATIKA
SIFAT – SIFAT
PERKALIAN dan PEMBAGIAN
DOSEN PEMBIMBING
FITRI ALYANI, S.Pd
DISUSUN OLEH ;
ELIES APRILIANTI HASANAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU KEGURUAN DAN PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA
2013
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim,
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya
lah kami dapat menyelesaikan makalah Pendidikan Agama Islam (PAI) ini sebatas
pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dan juga kami berterima kasih pada
Bapak Noor Chozin selaku Dosen mata kuliah Pendidikan Matematika yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini
dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai
Materi tentang sifat- sifat perkalian dan pembagian. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu,
kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Kami selaku penulis makalah ini menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam
makalah ini. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun.
Semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua.
Jakarta, Desember 2013
Penyusun
2.5 Sifat –
Sifat Perkalian dan Pembagian
Empat sifat yang berlaku untuk
perkalian bilangan cacah, dan beberapa sifat tambahan.
1.
Sifat Tertutup Terhadap
Perkalian
Sifat ini menyatakan bahwa hasil dari perkalian dua
bilangan cacah juga bilangan cacah.
|
Untuk a dan
b, berlaku
a x b
adalah selalu bilangan cacah
|
Contoh :
3
x 4 = 12
12
itu adalah bilangan cacah
2.
Sifat Identitas Terhadap
Perkalian
Bilangan 1 disebut identitas untuk perkalian karena
ketika dikalikan dengan suatu bilangan akan menghasilkan bilangan itu sendiri.
|
Untuk a,
berlaku
a x 1 = 1 x
a = a
|
Contoh :
1 x 13 = 13
1 disebut dengan identitas perkalian.
3.
Sifat Komutatif Terhadap
Perkalian
|
Untuk a dan
b, berlaku
a x b = b x
a
|
Contoh :
4 x 5 = 5 x 4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
Sifat Assosiatif Terhadap
Perkalian
Perkalian yang melibatkan tiga sembarang bilangan cacah yang berlaku
salah satunya dapat dikalikan dengan perkalian dua bilangan lainnya.
|
Untuk a, b, dan c, berlaku
a x (b x c)
= (a x b) x c
|
Contoh :
16 x (17 x 18) = (16 x 17) x 18
5.
Sifat Distributif Perkalian
Terhadap Penjumlahan
Menggabungkan antara perkalian dan penjumlahan
|
Untuk a, b,
dan c, berlaku
a(b x c) =
ab + ac
|
Contoh :
19(20 + 21) = (19 x 20) + (19 x 21)
6.
Sifat Perkalian Terhadap Nol
|
Untuk a,
berlaku
a x 0 = 0 x
a = 0
|
7.
Sifat Pembagian Terhadap Nol
Sifat pembagian yang melibatan nol dibagi dengan
sembarang bilangan.
|
Jika a ? 0,
Maka 0 ÷ a = 0
|
Bisa dicontohkan dengan permasalahan berikut :
Bejo tidak
memiliki permen dikantongnya. Ia bagian kepada 4 orang temannya. Berapa banyak
permen yang didapat dari setiap temannya?
Setiap teman Bejo tidak dapat permen artinya mendapatkan
0 permen.
·
Permasalahan Pertama
a ÷ 0, dengan a ? 0
Jika a ÷ 0 = k, maka a = 0 x k
Sehingga a = 0, tetapi hal ini kontradiksi dengan a ? 0
Kesimpulannya, a ÷ 0 tidak terdefinisi
·
Permasalahan Kedua
0 ÷ 0
Jika 0 ÷ 0 = k, maka 0 = 0 x k
Tetapi k dapat dipilih banyak nilai
Sehingga nilai k tidak khusus untuk bilangan tertentu
Kesimpulannya, 0 ÷ 0 tidak terdefinisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar